Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO
Berita  

Kepala Staf Kepresidenan tinjau Sekolah Rakyat Palangka Raya

BRIMO

Inews Puruk Cahu — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Rabu (29/10/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pemerintah untuk memantau langsung program pendidikan berbasis masyarakat yang dinilai berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Dalam kunjungannya, Moeldoko didampingi oleh Pj Gubernur Kalimantan Tengah H. Nuryakin, perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Palangka Raya.

“Kami ingin memastikan bahwa pendidikan nonformal seperti Sekolah Rakyat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga kurang mampu,” ujar Moeldoko di sela kegiatan peninjauan.

Wujud Komitmen Pemerintah terhadap Pendidikan Inklusif

Moeldoko menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam pemerataan akses pendidikan. Menurutnya, keberadaan sekolah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan manusia dan pendidikan berkualitas sebagai prioritas utama pemerintahan.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat yang membangun sekolah rakyat ini. Kita akan terus memperkuat kolaborasi agar semua anak Indonesia, tanpa terkecuali, bisa belajar dan berkembang,” tegas Moeldoko.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui program bantuan sarana dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. “Kami akan berkoordinasi dengan Kemendikbudristek agar sekolah seperti ini mendapat perhatian lebih, baik dari sisi anggaran maupun pelatihan guru,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Sebagai Ruang Belajar Alternatif

Sekolah Rakyat Palangka Raya berdiri sejak tahun 2018 dan dikenal sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak marginal, termasuk mereka yang tidak sempat menempuh pendidikan formal karena alasan ekonomi atau sosial.

Kepala Sekolah Rakyat Palangka Raya, Nurhadi, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 150 siswa yang belajar di sekolah tersebut, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Para pengajar terdiri dari relawan dan tenaga pendidik lokal yang dengan sukarela mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi muda.

“Kami berfokus pada literasi dasar, numerasi, dan pendidikan karakter. Anak-anak di sini belajar dengan pendekatan kontekstual, sesuai kehidupan sehari-hari mereka,” kata Nurhadi.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui kunjungan KSP. “Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan sekolah ini agar lebih banyak anak yang bisa mengenyam pendidikan,” tambahnya.

Kepala Staf Kepresidenan
Kepala Staf Kepresidenan

Baca juga: DPRD Kotim Dorong Pemerataan Jaringan Listrik PLN di Cempaga Hulu

Dorongan Kolaborasi Antara Pemerintah dan Komunitas

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga mengajak berbagai pihak — baik pemerintah daerah, dunia usaha, maupun lembaga sosial — untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pendidikan berbasis masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu gotong royong membangun pendidikan yang merata, karena pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa,” ucapnya.

Ia mencontohkan bahwa sejumlah daerah di Indonesia telah sukses mengembangkan model serupa dengan dukungan CSR dari perusahaan lokal maupun donasi masyarakat. “Kalau kolaborasi seperti ini diperluas, saya yakin tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam hal pendidikan,” ujarnya optimis.

Antusiasme Masyarakat dan Rencana Pengembangan

Kunjungan Moeldoko disambut antusias oleh para siswa dan warga sekitar. Anak-anak tampak gembira saat Kepala Staf Kepresidenan menyapa mereka dan membagikan sejumlah buku serta perlengkapan belajar.

Menurut Moeldoko, kunjungan ini juga menjadi momentum evaluasi program pendidikan nonformal agar lebih terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional. Ia berharap Sekolah Rakyat Palangka Raya dapat menjadi model pemberdayaan pendidikan berbasis komunitas yang bisa direplikasi di daerah lain.

“Kita ingin sekolah rakyat menjadi bagian dari ekosistem pendidikan nasional. Bukan hanya tempat belajar membaca dan menulis, tapi juga wadah membentuk karakter dan semangat kebangsaan,” tutup Moeldoko.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat Palangka Raya diharapkan terus berkembang menjadi simbol perjuangan pendidikan rakyat, menghapus kesenjangan, dan membuka peluang bagi masa depan anak-anak Kalimantan Tengah yang lebih cerah.

Klik Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *