Inews Puruk Cahu – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mengedepankan sikap rendah hati dan menjaga kedekatan dengan masyarakat. Pesan tersebut ia sampaikan dalam sebuah agenda pembinaan ASN yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada akhir pekan.
Menjaga Integritas dan Tidak Menjauh dari Rakyat
Dalam arahannya, Bima Arya menyampaikan bahwa ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi juga penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, sikap komunikasi yang baik dan kemampuan menjaga hubungan sosial menjadi hal yang sangat penting.
“ASN jangan meninggi. Tugas kita melayani, bukan dilayani. Rendah hati itu kunci agar masyarakat nyaman berinteraksi dan percaya dengan pemerintah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa sikap ramah dan tidak menjaga jarak adalah bentuk pelayanan publik yang tidak kalah penting dibandingkan inovasi atau pencapaian teknis.
Silaturahmi Dinilai Perkuat Kepercayaan Publik
Menurut Bima Arya, silaturahmi merupakan cara paling efektif untuk memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Dengan mendatangi mereka langsung, ASN dinilai bisa mengetahui persoalan nyata di lapangan.
“Saya ingin ASN rajin turun ke bawah, mengobrol dengan warga, mendengarkan langsung keluhan mereka. Itu bukan sekadar formalitas, tetapi inti dari pelayanan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin kritis dan peka, sehingga kedekatan emosional dengan warga menjadi modal penting menjaga stabilitas layanan pemerintahan.

Baca juga: Pemkab Mura Lakukan Pengendalian Harga BBM melalui Surat Edaran Bupati
Jangan Bekerja dalam Zona Nyaman
Wamendagri menyoroti bahwa sejumlah ASN masih bekerja dalam pola lama yang terlalu administratif dan kurang responsif. Ia mendorong para ASN agar berani keluar dari zona nyaman, termasuk membuka ruang dialog dengan masyarakat tanpa sekat.
“Organisasi pemerintah tidak boleh kaku. Inovasi sering muncul dari interaksi langsung dengan masyarakat. Maka jangan hanya duduk di balik meja,” tegasnya.
Penguatan Etika Pelayanan Publik
Selain menekankan sikap rendah hati, Bima Arya meminta agar ASN menjaga etika, integritas, serta transparansi dalam menjalankan tugas. Ia mengingatkan bahwa ASN merupakan wajah pemerintah sehingga sikap arogan dan penolakan kritik sangat merugikan citra negara.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pelatihan etika kerja dan public speaking agar ASN dapat berkomunikasi lebih efektif, terutama saat menghadapi keluhan publik.
Transformasi Birokrasi Dimulai dari Sumber Daya Manusianya
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menyampaikan bahwa reformasi birokrasi tidak bisa hanya mengandalkan sistem, aplikasi, atau aturan baru. Transformasi yang paling mendasar justru terletak pada kualitas sumber daya manusia itu sendiri.
“Kalau ASN-nya tidak berubah cara pikir dan perilakunya, maka teknologi dan regulasi apa pun tidak akan efektif,” jelasnya.
Ia berharap generasi ASN saat ini lebih adaptif, empatik, dan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat sebagai fondasi pemerintahan yang inklusif dan modern.
Penutup
Pesan Bima Arya ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh ASN bahwa pelayanan terbaik dimulai dari sikap pribadi. Dengan rendah hati dan rajin bersilaturahmi, ASN dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus menciptakan pemerintahan yang hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.















